Kembali ke Blog
Sebuah Panggilan dari Pohon Harapan

Sore itu, seorang anak perempuan duduk disudut ruang sekitar 5 x 5 meter. Dengan pensil warna yang tumpul ia menuliskan sesuatu yang tajam. Berbanding terbalik dengan pensilnya. Ia menulis sebuah harapan "Aku ingin menjadi guru". Kertas itu ia tempelkan dipohon buatan dari karton. Sebuah 'Pohon Harapan' yang dibuat dengan sebuah senyuman dan harapan secara bersama-sama. Disaat banyaknya keterbatasan pembelajaran, justru hal yang paling diinginkannya menjadi seorang pengajar.
Kata Tan Malaka, jika pendidikan itu tidak bisa menyentuh masyarakat, lantas untuk apa pendidikan itu ada? Bayangkan jika anak yang bercita-cita menjadi guru itu kelak menjadi guru besar yang membawa perubahan untuk generasinya, namun kesempatan itu bisa jadi ada atau tidak.
Pengetahuan akan tetap menjadi pengetahuan jika tidak ada aksi atau tindakannya. Tetapi, pengetahuan bisa jadi perubahan ketika kita bisa mengamalkannya.
Love, Sasa <3
